Waktunya untuk review jam tangan nih guys! Untuk pertama kalinya……ever! Ada pembaca yang mengirimkan foto koleksi jam tangannya ke email gw. Wow,  seneng banget rasanya, secara disini kebanyakan cuma jadi silent reader doank. Saking senengnya sampe gw pun janji bakal bikinin review jam tangan dia. Nah sekarang, setelah 3 minggu berlalu, meskipun agak terlambat, ditengah-tengah kejaran deadline kerjaan kantor, menumpuk bagaikan piring kotor di wastafel gw waktu pembantu mudik (mampus deh malah curhat), inilah ulasan Jam Tangan Breitling Navitimer.

Pertama-tama gw musti bilang kalau Breitling Navitimer adalah salah satu jam tangan yang paling iconic yang gw tahu, period!

Gw inget kok guys, istilah iconic ini adalah salah satu istilah yang sering banget gw umbar di artikel-artikel sebelumnya. Meskipun debatable yahdalam otak gw nih, kategori jam tangan iconic itu adalah tipe jam yang bentuk dan modelnya udah dikenal banget, bahkan oleh mereka yang ga begitu dunia suka jam tangan atau orang awam.

Contohnya yah, kalo di Rolex itu ada Submariner atau Datejust, terus Omega Speedmaster, JLC Reverso, sampe Cartier Santos. Nah tipe-tipe jam tangan ini udah gampang banget dikenali, dan merupakan andalan dari brand-nya masing-masing, atau bahkan mungkin tipe bestseller? 

Begitu orang liat jam tangan Navitimer, maka orang itu udah pasti mengenali model dan bentuknya. Buktinya nih, bahkan temen sekantor gw yang hobinya koleksi Daniel Wellington, bisa langsung tau ini jam tangan Breitling setelah gw kasih liat fotonya.

Nah kalo bagi gw sih, selanjutnya pasti ngeh kalo Breitling itu terkenal karena jam tangan pilot yang dipakai ama John Travolta. Hahaha, sering banget tuh iklannya satu halaman full kalo di majalah.

Terus apa sih spesialnya jam tangan Breitling Navitimer? Jawabannya mungkin adalah sejarahnya. Secara pribadi gw ga begitu suka ama jam tangan ukuran gede, juga dial-nya complicated (dipenuhi angka dan tulisan) kaya jam tangan ini. Tapi, setelah tahu fungsi dari semua angka-angka dan tulisan pada dial-nya, gw mulai bisa menghargai jam tangan ini.

Ga tahu kenapa yah, gw kayanya selalu associate jam tangan ini ama Spitfire, pesawat baling-baling buatan Inggris yang terkenal banget waktu perang dunia kedua. Gw bisa ngebayangin aja, bagaimana pilot-pilot pesawat tempur jama perang dunia 2 dulu pasti memakai jam tangan yang mirip banget kayak gini.

Coba kamu bandingin pesawat jaman dulu sama pesawat jaman sekarang deh. Pesawat modern saat ini sudah dilengkapi berbagai macam peralatan digital seperti GPS, radar, dan lain-lain. Sedangkan jaman dulu, para pilot pesawat tempur harus tergantung sama semacam ‘penggaris’ pada bagian dial jam tangan ini untuk melakukan perhitungan rumit, seperti konsumsi bahan bakar, rata-rata kecepatan, sampai climbing speed pesawat yang sedang mereka piloti.

Penggaris ini, dalam dunia jam tangan sering disebut dengan istilah Tachymeter, dan menurut research singkat yang gw lakukan, penggaris skala ini dibuat oleh ahli matematika yang bernama Marcel Robert.

Bagi mereka yang mampu menggunakannya, Tachymeter yang terdapat pada bagian dial jam tangan Breitling Navitimer, mampu menghitung secara manual ukuran kecepatan dalam tiga satuan unit yang paling sering digunakan oleh para pilot, yaitu STAT (standard mileage), KM (kilometer), dan NAUT (nautical mile).

Bagi gw ini keren banget sekaligus penting guys. Meskipun sekarang hidup kita udah serba digital dan instant berkat bantuan komputer dan microchip (jaman smartwatch yang bagi gw boring bangetttt). Sebagai back-up, rasanya kita harus bisa mengerjakan segala sesuatu secara manual dan analog.

Ga tahu ini bener apa gak yah, tapi gw pernah baca artikel di sebuah majalah yang menceritakan tentang kejadian saat misi Apollo 13 (ada filmnya juga deh kalo ga salah). Ceritanya, saat itu terjadi masalah di mana semua instrument digital pada pesawat mereka tidak bisa berfungsi secara normal. Para astronot Apollo 13, kemudian terpaksa melakukan perhitungan secara manual saat pesawat memasuki orbit dengan bantuan skala Tachymeter pada jam tangan mereka, yaitu Omega Speedmaster.

Dari segi movement, awalnya jam tangan Breitling Navitimer menggunakan mesin Valjoux 7740 (tahun 60-an). Sekitar tahun 1969, Breitling mulai menggunakan movement caliber 11 buatan Dubois dengan ciri khas crown di bagian kiri jam.

Pada tahun 70-an, semasa jam tangan buatan Jepang ‘merajarela’ dengan mesin Quartz-nya, Breitling juga mencoba mengikuti trend dan membuat Navitimer edisi Quartz dengan layar LCD. Sayangnya usaha ini kurang membuahkan hasil, dan menyebabkan perusahaan Breitling berganti kepemilikan.

Dalam perjalanannya, Breitling Navitimer kembali menggunakan movement Valjoux 7750 dan ETA 2892, sebelum pada akhirnya, di tahun 2009, Breitling pertama kali memakai movement in-house (dibuat sendiri) yang bernama Breitling01 pada jam tangan iconic mereka.

Edisi terakhir Breitling Navitimer diluncurkan pada tahun 2014 dalam gelaran Baselworld. Navitimer yang tadinya berukuran 42mm diperbesar menjadi 46mm untuk tipe klasik, dan 48mm untuk tipe GMT (dual time).

Nah sekarang bagaimana pendapat kamu tentang jam tangan Breitling Navitimer?

Menurut gw jam tangan ini layak banget untuk dikoleksi karena 2 alasan. Yang pertama adalah model yang memang udah iconic banget. Keuntungannya adalah jam tangan ini sudah memiliki banyak fans dan relatif lebih gampang dijual dibandingkan tipe yang belum dikenal orang.

Kedua adalah segi movement chronograph Breitling yang dipakai saat ini. Dari apa yang sudah gw baca di forum-forum jam tangan, movement Breitling01 ini kayanya sudah teruji banget kualitasnya. Bahkan ada gosip yang mengatakan bahwa beberapa Tudor Chronograph saat ini juga menggunakan movement yang sama.

Nah sekarang giliran hal yang gw ga terlalu suka sama jam tangan ini.

IMHO, jam tangan ini diameternya sangat besar. 40mm itu kayanya udah jadi ukuran standard bagi jam tangan modern, sedangkan untuk jam tangan dengan ukuran diatas 45mm, semuanya tergantung lagi sama selera dan ukuran pergelangan dari pemakainya.

Tapi sama aja deh kaya jam tangan Panerai misalnya, beberapa orang memang lebih suka ama tipe jam tangan yang ukurannya besar-besar.

Anyway, thanks to Mr Ricky Ong for sending us the picture of his Navitimer:

Jam Tangan Breitling Navitimer

 

 

 

 

 

 

 

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar kamu di bawah yah. Artikel lainnya tentang jam tangan iconic dapat kamu baca disini: Rolex Submariner, Omega Speedmaster, Cartier Santos.

Website Breitling dapat kamu akses di sini.

error: Content is protected !!